Sabtu, 7 Desember 2013. Saya bertemu dengan mantan kolega saya untuk makan siang, penanda kepergiannya esok hari menetap di luar negeri. Kami berdua makan dan ngobrol cukup lama, hingga beberapa jam terlalu. Ketika jam sudah mau pukul 17:00 sore, kami berpisah. Saya menuju pulang ke rumah. Lokasi restoran ke rumah saya tidak jauh jika menggunakanLanjutkan membaca “Perjalanan Pulang ke Rumah”
Arsip Kategori: Pemaknaan
Selagi Ada
Pada suatu pertemuan dengan sahabat-sahabat karib saya. Sahabat saya bercerita mengenai pengalaman beratnya, ketika mama terkasih berpulang setelah menyelesaikan pertandingannya di dunia. Kesedihan mulai muncul dari raut wajahnya, suasana menjadi hening, larut dalam cerita sahabat. Kepergian sang mama membuat seolah-olah waktu yang sudah dilalui bersama sang mama menjadi tidak cukup. Padahal dirinya bukanlah anak yangLanjutkan membaca “Selagi Ada”
Berproses Dalam 35mm
Pada tahun 2017, saya bertemu dengan sepupu saya. Pada saat itu ada hal menarik yang dia bawa, yaitu SLR Canon EXee buatan tahun 60-an. Kamera klasik yang masih berfungsi, dengan masih menggunakan film 35mm. Di dunia yang serba digital saat ini, termasuk kamera, membuat saya bertanya kepadanya. “kok masih pake kamera film kayak gitu? Kenapa?”.Lanjutkan membaca “Berproses Dalam 35mm”
Pendidik yang Menang
Dahulu ketika saya sedang mengerjakan skripsi di S-1, saya mendapatkan pengalaman tak terlupakan. Pengalaman itu berkaitan mengenai pahamnya bahwa menjadi seorang pendidik itu lebih dari sekadar mengajar, tetapi juga memang mendidik. Mendidik yang dimaksudkan seperti apa? Mungkin pengalaman saya bisa memberi sedikit gambaran. Dosen pembimbing saya tidak hanya menjadi pahlawan untuk selesainya skripsi saya kalaLanjutkan membaca “Pendidik yang Menang”
Adilkah
Adil adalah sebuah konsep yang banyak juga diperjuangkan banyak orang. Butir Pancasila ke lima, juga berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Semua ingin mendapat keadilan dan menentang sebaliknya. Namun apa arti adil itu sendiri? Jangan-jangan banyak yang berteriak adil, tetapi masih meraba-raba apa itu adil. Ada yang bilang adil itu sama rata, tanpa perbedaan.Lanjutkan membaca “Adilkah”
Peninggalan Berharga
Sebelum saya melanjutkan tulisan saya kali ini, sebelumnya saya ingin memberi penyanggahan dahulu, bahwa apa yang ingin disampaikan dalam tulisan ini bukan berarti mereduksi situasi yang berbeda pada setiap pembaca dengan apa yang saya ceritakan. Kembali terapkan APBN, Ambil Positif Buang Negatif. Bagi yang memiliki saudara entah kakak atau adik, pastinya pernah merasakan kekesalan terhadapLanjutkan membaca “Peninggalan Berharga”
Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang
Tanggal 11 September 2016, menjadi hari yang penuh pengalaman berharga di hidup saya. Pada saat itu saya dan juga salah satu teman saya mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah acara pemuda bernama We UP, dari sinode gereja saya di bawah Komisi Pengembangan Pemuda Sinode GKI – BPMS GKI. Acara tersebut berlangsung di Yogyakarta, tanggal 10 –Lanjutkan membaca “Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang”
Melampaui Berani
Pada tahun 2018 ada sebuah kejadian menegangkan melibatkan papi saya dan ini adalah sebuah kisah nyata. Saat itu papi dan mami saya terpaksa berteduh di sebuah warteg, bersama beberapa orang yang sama-sama menghindari hujan. Saat itu masih siang, tetapi langit sedang muram, dengan hujan yang lebat. Tak lama waktu berselang, ada kejadian yang membuat jantungLanjutkan membaca “Melampaui Berani”
Kebaikan Tak Terduga
Ketika kuliah S-1 di semester akhir, saat itu saya perlu menjalani magang dan skripsi di satu semester yang sama. Para mahasiswa perlu mencari tempat magang yang mempersilakan menimba pengalaman praktik sesuai ilmu yang dipelajari, syukur-syukur bisa menjadi objek penelitian skripsi di tempat yang sama. Kendala kami dulu adalah mencari tempat yang mau menerima anak magang,Lanjutkan membaca “Kebaikan Tak Terduga”
Di Mata Orang Lain
Pernah dalam suatu acara, ada kegiatan di mana tiap peserta bisa menuliskan pendapat pribadinya terhadap kepribadian masing-masing peserta lainnya, selama acara berlangsung 3 hari dua malam. Saya menuliskan pendapat saya terhadap masing-masing peserta dan memasukkannya ke dalam botol yang sudah bertuliskan nama masing-masing peserta. Pada saat botol dibuka, saya mendapat banyak pendapat mengenai diri sayaLanjutkan membaca “Di Mata Orang Lain”