Perjalanan ke Timur

Seekor elang muda, ingin mewujudkan impian terbesarnya. Konon menurut legenda di antara elang, akan ada sesuatu yang sangat berharga ditemukan, jika makhluk hidup terus bergerak ke arah timur. Saat sudah merasa mantap, elang muda memberanikan diri meninggalkan sarangnya dan saudara-saudaranya. Keinginan bulat tertanam, mencari impian yang selalu ia dengar ceritanya sejak kecil. Waktu ke waktuLanjutkan membaca “Perjalanan ke Timur”

Gravitasi

Isaac Newton pernah mengenalkan sebuah hukum mengenai gravitasi, di mana dua objek akan saling menarik satu sama lain secara proporsional sesuai dengan massa objek masing-masing. Maksudnya adalah semakin besar suatu massa objek maka semakin besar juga kekuatan untuk menarik objek lebih kecil. Uniknya, besarnya kekuatan tarik menarik dari dua objek ini juga berpengaruh dari jarakLanjutkan membaca “Gravitasi”

Perjalanan Pulang ke Rumah

Sabtu, 7 Desember 2013. Saya bertemu dengan mantan kolega saya untuk makan siang, penanda kepergiannya esok hari menetap di luar negeri. Kami berdua makan dan ngobrol cukup lama, hingga beberapa jam terlalu. Ketika jam sudah mau pukul 17:00 sore, kami berpisah. Saya menuju pulang ke rumah. Lokasi restoran ke rumah saya tidak jauh jika menggunakanLanjutkan membaca “Perjalanan Pulang ke Rumah”

Tamu Lama

Selamat pagi yang tak biasaTamu lama kini kembali datangPerjalanan jauh yang melelahkanMembuat aku terpaksa menerimanya Boleh mampir, asalkan tak lamaSekadar sapa-menyapaMengingatkan bahwa ada yang salahYa, memang harus berbenah-benah Kalaupun bermalam, aku tak soalSelama masih ramah sekitar rumahBiar malam ini masih indahMelihat bulan di cerminan permukaan Jika kawananmu tercurah datangJatuhlah dengan kedamaianMalam ini aku terus terjagaMenemaniLanjutkan membaca “Tamu Lama”

Peran

Mungkin itu keputusan mahadahsyatMendatangi takdir sebagai penikmatRamainya mata tertuju satu kiblatKepadanya keindahan tiada debat Terpukau sedari awal melihatCerita terdistraksi dorongan HasratNaluri menuntut secercah namaIngin tahu tanpa bertanya Jantungku bergemuruh tak beriramaTak rela dirinya habis di akhir peranKini saatnya aku menjemput asaMenawarkannya peran di kisah nyata

Selagi Ada

Pada suatu pertemuan dengan sahabat-sahabat karib saya. Sahabat saya bercerita mengenai pengalaman beratnya, ketika mama terkasih berpulang setelah menyelesaikan pertandingannya di dunia. Kesedihan mulai muncul dari raut wajahnya, suasana menjadi hening, larut dalam cerita sahabat. Kepergian sang mama membuat seolah-olah waktu yang sudah dilalui bersama sang mama menjadi tidak cukup. Padahal dirinya bukanlah anak yangLanjutkan membaca “Selagi Ada”

Elegi Malam

Tiada yang lebih menyedihkanSaat melihatnya dalam kesedihanTak menjadi adil rasanyaJika hanya hadir dalam sukanya Dalam gelap dirinya berceritaBeranikan diri ungkap isi hatinyaBulan seakan berjalan lambanTetapi telinga setia mendengarkan Diri ini tak tahu harus berbuat apaIkut terhenyuk dalam hempasan dukaTak satupun kata terucapHanya saling menguraikan air mata Lukamu kini, milikku juga

Berproses Dalam 35mm

Pada tahun 2017, saya bertemu dengan sepupu saya. Pada saat itu ada hal menarik yang dia bawa, yaitu SLR Canon EXee buatan tahun 60-an. Kamera klasik yang masih berfungsi, dengan masih menggunakan film 35mm. Di dunia yang serba digital saat ini, termasuk kamera, membuat saya bertanya kepadanya. “kok masih pake kamera film kayak gitu? Kenapa?”.Lanjutkan membaca “Berproses Dalam 35mm”

Pendidik yang Menang

Dahulu ketika saya sedang mengerjakan skripsi di S-1, saya mendapatkan pengalaman tak terlupakan. Pengalaman itu berkaitan mengenai pahamnya bahwa menjadi seorang pendidik itu lebih dari sekadar mengajar, tetapi juga memang mendidik. Mendidik yang dimaksudkan seperti apa? Mungkin pengalaman saya bisa memberi sedikit gambaran. Dosen pembimbing saya tidak hanya menjadi pahlawan untuk selesainya skripsi saya kalaLanjutkan membaca “Pendidik yang Menang”