Tamu Lama

Selamat pagi yang tak biasaTamu lama kini kembali datangPerjalanan jauh yang melelahkanMembuat aku terpaksa menerimanya Boleh mampir, asalkan tak lamaSekadar sapa-menyapaMengingatkan bahwa ada yang salahYa, memang harus berbenah-benah Kalaupun bermalam, aku tak soalSelama masih ramah sekitar rumahBiar malam ini masih indahMelihat bulan di cerminan permukaan Jika kawananmu tercurah datangJatuhlah dengan kedamaianMalam ini aku terus terjagaMenemaniLanjutkan membaca “Tamu Lama”

Peran

Mungkin itu keputusan mahadahsyatMendatangi takdir sebagai penikmatRamainya mata tertuju satu kiblatKepadanya keindahan tiada debat Terpukau sedari awal melihatCerita terdistraksi dorongan HasratNaluri menuntut secercah namaIngin tahu tanpa bertanya Jantungku bergemuruh tak beriramaTak rela dirinya habis di akhir peranKini saatnya aku menjemput asaMenawarkannya peran di kisah nyata

Elegi Malam

Tiada yang lebih menyedihkanSaat melihatnya dalam kesedihanTak menjadi adil rasanyaJika hanya hadir dalam sukanya Dalam gelap dirinya berceritaBeranikan diri ungkap isi hatinyaBulan seakan berjalan lambanTetapi telinga setia mendengarkan Diri ini tak tahu harus berbuat apaIkut terhenyuk dalam hempasan dukaTak satupun kata terucapHanya saling menguraikan air mata Lukamu kini, milikku juga