Selamat pagi yang tak biasaTamu lama kini kembali datangPerjalanan jauh yang melelahkanMembuat aku terpaksa menerimanya Boleh mampir, asalkan tak lamaSekadar sapa-menyapaMengingatkan bahwa ada yang salahYa, memang harus berbenah-benah Kalaupun bermalam, aku tak soalSelama masih ramah sekitar rumahBiar malam ini masih indahMelihat bulan di cerminan permukaan Jika kawananmu tercurah datangJatuhlah dengan kedamaianMalam ini aku terus terjagaMenemaniLanjutkan membaca “Tamu Lama”
Arsip Kategori: Poetik
Sandiwara
Pura-pura bahagia diperlihatkanTampak tahu segalanya ditunjukanSeolah banyak harta dipamerkanBerlakon saleh digencarkanCaper paling sial dipraktikanPalsu keahlian dibanggakan Jangan heran akan suatu kesimpulanSandiwara hebat ada di media sosial
Peran
Mungkin itu keputusan mahadahsyatMendatangi takdir sebagai penikmatRamainya mata tertuju satu kiblatKepadanya keindahan tiada debat Terpukau sedari awal melihatCerita terdistraksi dorongan HasratNaluri menuntut secercah namaIngin tahu tanpa bertanya Jantungku bergemuruh tak beriramaTak rela dirinya habis di akhir peranKini saatnya aku menjemput asaMenawarkannya peran di kisah nyata
Elegi Malam
Tiada yang lebih menyedihkanSaat melihatnya dalam kesedihanTak menjadi adil rasanyaJika hanya hadir dalam sukanya Dalam gelap dirinya berceritaBeranikan diri ungkap isi hatinyaBulan seakan berjalan lambanTetapi telinga setia mendengarkan Diri ini tak tahu harus berbuat apaIkut terhenyuk dalam hempasan dukaTak satupun kata terucapHanya saling menguraikan air mata Lukamu kini, milikku juga
Demokrasi Itu
Seorang anak kecil berpakaian kemeja putih dan celana pendek merah, tiba-tiba berteriak di tengah keramaian orang. “Demokrasi itu apa?” Tertarik oleh pertanyaan anak kecil, semua orang dari latar belakang yang berbeda berlomba-lomba menjawab pertanyaan anak kecil tersebut. “Demokrasi itu Demos dan Kratos” “Demokrasi itu kebebasan berbicara dan berpendapat” “Demokrasi itu memberi keadilan ke semua orang”Lanjutkan membaca “Demokrasi Itu”
Sakit
Aku pusing, melihat formula rutinitas aktivitasmuAku mual, memandang keindahan palsu pada sosmedmuAku pening, memikirkan paksaan gaya hidupmu Aku lelah, mendengar bualan besarmuAku lemas, terpapar cerita pencapaian duniawi kebanggaanmuAku cape, menghadapi tingkah lakumu Namun, benarkah aku begitu karena semua alasan itu?Atau aku hanya kurang tidur, karena sibuk mengurusi kehidupanmu?Ah, sekarang aku sakit Jakarta, 15 July 2019RV