Pada suatu sore, saat sedang bercengkrama dengan seorang kawan. Ia berkata “Kalau mau memberi, kita harus memberi sampai terasa sakit.” Saya hanya berusaha memahami maksud perkataan tersebut dalam pikiran dan menyimaknya. “Kalau memberi dalam kelebihan itu biasa, walau itu tetap baik. Tetapi, memberi dalam kekurangan itu baru luar biasa! Sama seperti pemberian dari si jandaLanjutkan membaca “Obrolan Suatu Sore”
Arsip Kategori: Pemaknaan
Pernah Ternyata
Pernah aku meremehkan pelajaran bahasa Inggris dan matematika saat sekolah.Ternyata pekerjaan ku menuntut aku berhitung dan bicara dengan orang asing. Pernah aku sesumbar belum pernah dirawat di rumah sakit selama 23 tahun hidup.Ternyata diopname, operasi patah tulang, anestesi, infus, untuk pertama kalinya, akibat kecelakaan. Pernah tidak menyukai beberapa orang.Ternyata menjadi sahabat seperjuangan. Pernah memantapkan diriLanjutkan membaca “Pernah Ternyata”
The Hermit
Di suatu kesempatan saat saya masih berkuliah S-1, saya mengikuti kegiatan himpunan mahasiswa jurusan, dan menjadi panitia acara bazar di kampus. Singkat cerita, salah satu pengisi stannya adalah jasa ramalan kartu tarot. Di sinilah sebuah pengalaman menarik terjadi. Panitia bazar mendapat jasa gratis untuk melakukan ramalan kartu tarot. Teman mengajak saya untuk memanfaatkan jasa gratisLanjutkan membaca “The Hermit”
Sudahkah Vita Aktiva Hari Ini?
Hannah Arendt seorang filsuf wanita asal Jerman, pernah mengungkapkan dua konsep Filsafat Tindakan pada manusia. Vita Contemplativa & Vita Aktiva. Vita Contemplativa diartikan sebagai segala yang bersifat ide seperti berpikir, berkehendak, dan mengambil keputusan. Semua bermain di pikiran dan lekat dengan Filsafat Plato mengenai ide. Vita Aktiva diartikan sebagai segala yang bersifat praktis, seperti terbagiLanjutkan membaca “Sudahkah Vita Aktiva Hari Ini?”
Keberadaan
Pada suatu hari Sabtu, saya menghabiskan waktu di sebuah coffeeshop, untuk menuntaskan pekerjaan saya. Jarak coffeeshop tersebut tidak terlalu jauh, kurang lebih 4.1Km, hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja menggunakan kendaraan roda dua. Larut dalam pekerjaan, dan menikmati minuman favorit Earl Grey Macchiato, tak terasa 6 jam berlalu. Saya memutuskan pulang. Ternyata, di sinilahLanjutkan membaca “Keberadaan”