Kebenaran

Saat menonton konten Teater Utan kayu dengan bahasan ” Platon vs Hegel”, Romo Setyo sebagai salah satu pemateri berkata: “Kemenangan akan merasa merasa memiliki kebenaran, namun kebenaran tidak ada hubungannya dengan kemenangan”

Yang menang belum tentu benar dan yang benar belum tentu keluar sebagai pemenang.

Socrates menjadi bukti! Dirinya dihukum mati karena merontokan “kebenaran” para Sofis yang haus akan kemenangan. Kebenaran membawanya berujung ke racun maut.

Kebenaran itu pahit, kebenaran itu tak mudah diterima.

Siapa yang berani menjadi Socrates di sebuah alegori goa yang baru pada era saat ini?

Siapa yang bersedia menjadi matahari kebenaran?

Aku?

Kamu?

Dia?

Mereka?

Ah! Setidaknya, menjadi bulan sudah cukup bagiku.
Manusia hanya bisa mendekati kebenaran saja.

Jika tak bisa menjadi matahari kebenaran.
Biarlah cukup menjadi bulan yang memantulkan cahaya matahari di kala gelap!

Diterbitkan oleh rendikertas

Seorang yang ingin menumpahkan isi pikiran dan pengalaman dalam tulisan.

Tinggalkan komentar