Gravitasi

Isaac Newton pernah mengenalkan sebuah hukum mengenai gravitasi, di mana dua objek akan saling menarik satu sama lain secara proporsional sesuai dengan massa objek masing-masing. Maksudnya adalah semakin besar suatu massa objek maka semakin besar juga kekuatan untuk menarik objek lebih kecil. Uniknya, besarnya kekuatan tarik menarik dari dua objek ini juga berpengaruh dari jarak antar objek yang ada, semakin jauh jarak objek dengan objek yang lain, maka semakin mengecil juga kekuatan tarikan yang ada. Jika kita menjauhkan jarak dua objek, dua kali lipat jauhnya, maka kekuatan yang ada juga berkurang seperempatnya (Smethurst, 2019).

Gaya tarik menarik inilah yang menjadi gravitasi dan yang membuat seluruh tatanan tata surya berlangsung saat ini, termasuk manusia yang bisa berpijak di permukaan bumi. Gravitasi menjadi penanda bagaimana setiap objek bisa bertemu dengan objek lainnya, tentunya yang memiliki massa lebih besar memiliki daya tarik yang lebih kuat juga terhadap objek-objek yang massanya lebih rendah.

Tampaknya hukum gravitasi yang dikemukakan oleh Isaac Newton juga berlaku dalam hubungan interpersonal manusia. Maksudnya adalah pernakah kita bertanya bagaimana seorang Martin Luther King bisa dikagumi banyak orang? Bagaimana Adolf Hitler bisa didukung banyak orang kala itu untuk mencapai tujuannya? Mengapa Jokowi dan Prabowo memiliki banyak pendukung? Mengapa kita bisa memiliki role model? Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin bisa kita lihat dari analogi hukum gravitasi ini.

Bukan soal harafiah massa badan seseorang yang menjadi faktor utama, melainkan hal lain yang besar dan bisa memberikan kekuatan luar biasa besar untuk membuat orang tertarik datang kepadanya. Menurut saya memperberat ‘massa’ pengalaman, karakter, pengetahuan, dan kemampuan akan menjadi daya tarik luar biasa untuk kita bisa memberi pengaruh kuat terhadap orang di sekitar kita.

Contoh-contoh yang sudah disebutkan atau tokoh-tokoh besar lainnya bisa kita lihat betapa besar pengaruh mereka terhadap orang-orang di sekitar mereka. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi ada mega bintang sepakbola, mereka memiliki pengaruh yang kuat di dunia sepakbola, karena kemampuan dan prestasi mereka yang besar. Mahatma Gandhi dihormati banyak orang karena karakternya yang dinilai mulia dan penuh kebijaksaaan. Kahlil Gibran saat wafat, juga ditangisi banyak orang, karena karya-karyanya yang besar telah dibaca banyak orang.

Percayalah kita bisa juga menciptakan gravitasi kita sendiri dan memberi dampak bagi orang-orang sekitar juga. Perlu diingat, ini bukanlah sifat yang satu arah, meski objek besar memiliki kekuatan menarik yang lebih besar, pada dasarnya hukum gravitasi saling tarik menarik. Objek besar pun juga menaruh perhatian kepada objek yang kecil, sehingga mereka juga tertarik dengan objek yang lebih kecil. Rasanya kita pun juga harus demikian, kita juga menempatkan diri kita bisa memiliki pengaruh yang baik terhadap banyak orang di sekitar kita, kita juga peduli kepada yang lain.

Kuncinya adalah kita mau selalu belajar, bekerja keras, memiliki tujuan, berlatih, menerima masukan, banyak mendengarkan, kuat dalam proses, rasanya tahapan-tahapan ini yang sudah dilalui tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh yang besar di keseharian mereka. Jangan juga menjauh dari mereka, semakin dekat jarak kita, semakin besar juga daya tarik menariknya. Kita juga harus mampu menempatkan diri, di mana kita berada.

Perlu diingat juga bahwa sekadar memiliki kekuatan menarik atau pengaruh yang besar juga tidaklah cukup, kita perlu memastikan tarikan dan pengaruh yang kita berikan adalah hal yang membawa manfaat dan kebaikan, sehingga saat kita berkumpul dengan orang-orang lain, kita juga mampu menciptakan clump atau kumpulan orang-orang yang membawa dampak yang baik.

Filosofi gravitasi ini juga mengingatkan bahwa di atas langit, masih ada langit. Tidak selamanya diri kita menjadi objek terbesar, ada lagi objek yang lebih besar dari pada kita. Jangan ragu untuk menghanpiri objek besar tersebut untuk belajar dan turut berkembang. Jangan kita menjadi objek yang egois dan terisolasi di dunia kita sendiri. Saatnya kita belajar menumbuhkan gravitasi kita sendiri dan menjadi inspirasi baru bagi orang sekitar kita. Percayalah jika ada kelebihan yang baik pada diri kita, akan membuat diri kita menonjol dan menjadi daya tarik orang lain untuk bisa dekat dan akrab dengan kita.

Kalian ingin menjadi kakak yang baik? Karyawan teladan? Pengusaha yang peduli dengan karyawannya? Dokter yang handal? Suami atau istri yang menginspirasi? Apapun yang kalian inginkan, kalian bisa menjadi apapun dengan gravitasi yang besar di sekitar kalian! Tinggal kita yang berusaha terus untuk menjadi objek yang besar!

Sekarang, kalian ingin menjadi sebesar dan seberat apa menjadi versi diri kalian sendiri? Mari bentuk gravitasi kita masing-masing.

Bibliografi

Smethurst, Becky. 2019. Space 10 Things You Should Know; 14 Billion Years for People Short on Time. London: Seven Dials.

Diterbitkan oleh rendikertas

Seorang yang ingin menumpahkan isi pikiran dan pengalaman dalam tulisan.

Tinggalkan komentar