Pernah Ternyata

Pernah aku meremehkan pelajaran bahasa Inggris dan matematika saat sekolah.
Ternyata pekerjaan ku menuntut aku berhitung dan bicara dengan orang asing.

Pernah aku sesumbar belum pernah dirawat di rumah sakit selama 23 tahun hidup.
Ternyata diopname, operasi patah tulang, anestesi, infus, untuk pertama kalinya, akibat kecelakaan.

Pernah tidak menyukai beberapa orang.
Ternyata menjadi sahabat seperjuangan.

Pernah memantapkan diri ingin menjadi pengajar saat tua nanti.
Ternyata kesempatan itu datang 6 tahun kemudian.

Pernah aku memiliki mimpi mengajak keluarga berlibur ke luar negeri.
Ternyata itu terwujud bersama keluarga terkasih.

“Pernah Ternyata” – Tulisan ke-7 Terlintas Podcast

Entah ada berapa banyak kisah ‘pernah-ternyata’ yang terjadi di dalam kehidupan. Rasanya setiap orang memiliki kisahnya masing-masing, dengan berbagai versinya.

Ada hal terjadi karena rencana dan tidak direncana, isinya pun bisa suka dan duka.
Hidup tampaknya terlalu angkuh, jika terlalu meyakini masa depan ada pada kendali diri ini.

Jika lirik lagu Pilu Membiru “yang dicari hilang, yang dikejar lari”.
Kadang yang tak diminta, datang.
Yang dihindari, selalu hinggap.
Yang dimimpikan, terwujud.
Yang direncanakan, berujung gagal.
Yang diyakini, ternyata meragukan.
Yang………
Yang……
Yang….

Tidak apa-apa berencana, bermimpi, menghindar, meyakini, apapun itu.
Semua masih tanda tanya di depannya dan hidup hanya perlu dijalani dengan sebaik-baiknya. Hingga saatnya tiba, semua akan menjadi kisah “pernah-ternyata” yang mendewasakan.

Aku pun memberanikan diri untuk menyimpulkan bahwa hidup kadang perkara merengkuh dan memaknai setiap kisah “pernah-ternyata” tersebut, berserta segala suka dan dukanya. Menjalani kehidupan dengan tulus hati, sejauh ini, itu yang membahagiakan.

*Tulisan ini bisa dibaca juga di akun Instagram Terlintas Podcast : @terlintas.podcast

Diterbitkan oleh rendikertas

Seorang yang ingin menumpahkan isi pikiran dan pengalaman dalam tulisan.

Tinggalkan komentar