Keluaran 14 : 15-31
Pada saat tulisan ini dibuat, keadaan saat ini masih di dalam periode pandemi Covid-19. Virus yang dikenal sebagai virus Korona ini berhasil mengubah banyak hal hampir di seluruh dunia. Baik dari sisi kehidupan sehari-hari, ekonomi, kesehatan, politik, dan lain-lain. Ada yang sakit, ada yang meninggal, ada yang ditinggalkan, ada kehilangan pekerjaan, ada yang mengalami depresi, dan banyak kejadian lainnya yang menjadi efek dari wabah Covid-19. Beberapa bahkan sudah karantina mandiri selama lebih dari satu bulan.

Sejauh tulisan dibuat per 12 Mei 2020, kasus Korona yang terjadi di Indonesia berjumlah 14.749, dengan yang sembuh sejumlah 3.063, dan yang meninggal sejumlah 1.007. Belum diketahui secara pasti kapan badai ini akan berlalu. Di sisi lain, ada beberapa orang yang justru mendapat peluang untuk mendapatkan manfaat terbaik di tengah kondisi seperti ini, katakan perusahaan teknologi komunikasi seperti Zoom dan Google yang digandrungi selama masa pandemi, atau perusahaan farmasi yang memproduksi suplemen makanan dan disinfektan, begitu laku di pasaran.
Memang bersyukur bagi pihak yang bisa bertahan, atau berhasil memanfaatkan momentum di masa pandemi ini. Namun, bagi yang mengalami kesulitan, kelaparan, kesedihan, kedukaan di masa-masa ini, yang perlu menjadi perhatian bersama. Siapapun yang membaca ini kiranya bisa menjadi kekuatan bagi kita bersama.
Saya teringat salah satu cerita dari penulis tersohor, Paulo Coelho. Dia bercerita bahwa ada percakapan menarik dengan temannya, yang intinya mengingatkan bahwa ada hal yang terlewat pada penggambaran kisah Musa dan bangsa Israel ketika menyeberangi laut Teberau. Kecenderungan orang lupa kisah sesungguhnya, di mana orang tahunya Musa mengangkat tongkatnya, lalu air laut terbelah, dan bangsa Israel bisa menyeberang.

Sekilas tampak benar, namun ini adalah kisah yang tidak lengkap. Padahal di Alkitab tidak demikian, di mana TUHAN berfirman dahulu kepada Musa, “Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat…” baru setelahnya TUHAN memerintahkan untuk mengangkat tongkat, dan laut akan terbelah. Bagian ini bisa dibaca pada Keluaran 14, pada ayat ke 15. Jalan baru tercipta setelah ada keberanian untuk menempuhnya.
Saya melihat cerita Paulo Coelho ini, sebagai kisah yang mempunyai pesan kuat untuk kita semua. Saya menarik relevansi kisah Musa dan bangsa Israel yang menyeberangi laut Teberau, dengan apa yang kita alami saat ini. Saat ini kita yang semua dalam kecemasan karena pandemic Covid-19, sama dengan bangsa Israel yang cemas karena kejaran bangsa Mesir. Tidak pastinya kapan masa virus Korona ini akan berakhir, layaknya lautan waktu yang sulit dilewati. Kita berada di tengah kecemasan, di depan mata kita ada lautan waktu yang membuat kita khawatir akan masa depan. Di belakang kita ada ancaman virus Korona, beserta dampaknya.
Untuk bisa melewati ini semua, kita perlu ingat pesan Tuhan seperti kepada bangsa Israel, kita harus punya keberanian untuk tetap berangkat, tetap berjalan. Biarlah beserta Tuhan, kita berjalan melalui lautan waktu ini, waktu yang pada masa ini yang tampaknya sulit dilewati. Percayalah ada jalan yang membelah masa-masa sulit ini, dan pandemi Covid-19 ini akan tenggelam dalam lautan waktu, seiring perjalanan kita.
Hal yang perlu kita ingat adalah keberanian untuk tetap berangkat, selama perjalanan hidup ini tetap berlangsung, karya Tuhan baru bisa kita temukan. Memang realitas saat ini menjadi hal yang berat bagi kita semua, yakinlah segala suka duka dipakaiNya, untuk kebaikan kita. Tetap Berjalan!