Sudahkah Vita Aktiva Hari Ini?

Hannah Arendt seorang filsuf wanita asal Jerman, pernah mengungkapkan dua konsep Filsafat Tindakan pada manusia. Vita Contemplativa & Vita Aktiva.

Vita Contemplativa diartikan sebagai segala yang bersifat ide seperti berpikir, berkehendak, dan mengambil keputusan. Semua bermain di pikiran dan lekat dengan Filsafat Plato mengenai ide. Vita Aktiva diartikan sebagai segala yang bersifat praktis, seperti terbagi dalam 3 golongan: Labour, Work, dan Action.

Hannah Arrendt

Labour: Manusia bertindak dalam peran animal laboran (binatang pekerja), di mana manusia bertindak atas dorongan-dorongan naluriah, guna memenuhi kebutuhannya (sandang, pangan, dan papan).

Work: Manusia digolongkan sebagai homo faber, yang dalam tindakannya berdasarkan alat tujuan. Manusia berusaha menghasilkan sesuatu, dan bertindak secara instrumentalis, serta pragmatis.

Action: Manusia menemui eksistensinya sebagai seorang manusia politik, tidak sekadar menjalani kehidupan saja, namun merancang kehidupan bersama. Fase ini tidak terjadi tanpa diawali kontemplasi, dilanjuti dengan tindakan nyata.

Vita Aktiva adalah kritik Hannah Arendt terhadap Filsafat Barat yang menyampingkan tindakan praktis dan hanya tertuju pada kegiatan berpikir atau kontemplasi. Vita Aktiva ingin mengajak bahwa penting juga mengubah hasil ide atau kontemplasi ke dalam tindakan nyata, dalam rangka mencapai kebaikan bersama.

Tampaknya kritik Hannah Arendt masih relevan hingga saat ini. Orang banyak belajar,merenung, berdiskusi, membaca buku, dan lain lain, untuk mendapatkan suatu kesimpulan, definisi, ide, dan gagasan. Sayangnya proses itu berakhir hanya pada tahap pemikiran, contohnya demikian:

Mungkin ada yang sudah belajar suatu kemampuan baru, tetapi tidak dipraktikkan atau mungkin ada yang memahami banyak hal, tetapi tidak diamalkan ilmunya.

Marie Kondo dalam bukunya “The Life-Changing Magic of Tidying Up”, pernah membahas soal permasalahan orang yang menyimpan bahan-bahan seminar; yakni tidak melekatnya seminar pada otaklah yang membuat orang menyimpan banyak bahan seminar. Ia juga menambahkan bahwa nilai sebuah seminar bermula dari saat kita hadir, sedangkan untuk menguasai nilai seminar secara utuh, kuncinya adalah langsung mempraktikkan apa yang dipelajari begitu seminar selesai. Pesan Marie Kondo ini, tampaknya selaras dengan konsep Vita Aktiva, Hannah Arendt.

Terlebih lagi, Hannah Arendt melihat manusia yang bertindak pada fase action, adalah tahap tertinggi tindakan manusia, karena bertemunya hasil kontemplasi dengan tindakan. Maka dari itu,  mari kita terapkan Vita Aktiva, yaitu menindaklanjuti buah pemikiran kita, baik ide, gagasan, rencana, dan lain-lain, menjadi tindakan nyata atau karya yang berdampak bagi sekitar!

Filsuf Stoa asal Yunani, Epictetus pernah berkata:

“Donʼt explain your philosophy, embody it.”

Kutipan di atas menjadi pengingat bagi kita semua, untuk pentingnya meneruskan ide, gagasan, rencana, ilmu, dan lain-lainnya, menjadi tindakan nyata dalam kehidupan kita semua.

RV

Diterbitkan oleh rendikertas

Seorang yang ingin menumpahkan isi pikiran dan pengalaman dalam tulisan.

Tinggalkan komentar